Bagi Anda yang sedang belajar bahasa Jepang dari nol, menguasai tata bahasa dasar adalah kunci utama untuk bisa berbicara dengan lancar. Salah satu materi yang wajib dikuasai untuk lulus ujian JLPT N5 adalah penggunaan kata sifat atau Keiyoushi (形容詞).
Uniknya, berbeda dengan bahasa Indonesia di mana kata sifat bentuknya selalu tetap, kata sifat bahasa Jepang bisa berubah bentuk (berkonjugasi) layaknya kata kerja untuk menunjukkan waktu (sekarang/lampau) dan status (positif/negatif).
Secara garis besar, tata bahasa Jepang membagi kata sifat ke dalam dua keluarga besar: Kata Sifat-I (I-Keiyoushi) dan Kata Sifat-Na (Na-Keiyoushi). Apa bedanya dan bagaimana cara menggunakannya tanpa tertukar? Mari kita bahas tuntas di artikel ini!
1. Kata Sifat-I (I-Keiyoushi)
A. Apa itu I-Keiyoushi?
Sesuai dengan namanya, I-Keiyoushi adalah kelompok kata sifat yang selalu berakhiran dengan huruf hiragana い (-i). Kata sifat jenis ini sangat mandiri dan perubahannya terjadi langsung pada huruf “i” di bagian paling belakang kata.
Contoh Kosakata Populer (Sering Muncul di JLPT N5):
- 高い / Takai (Tinggi / Mahal)
- 美味しい / Oishii (Enak)
- 暑い / Atsui (Panas)
- 寒い / Samui (Dingin)
- 大きい / Ookii (Besar)
B. Menerangkan Kata Benda
Jika Anda ingin menyandingkan kata sifat ini dengan kata benda, letakkan saja secara berdampingan. Huruf akhir “i” tidak boleh dihilangkan.
- Rumus: [Kata Sifat-I] + [Kata Benda]
- Contoh: 美味しい りんご (Oishii ringo) = Apel yang enak.
C. Aturan Perubahan Bentuk (Konjugasi)
Di sinilah keunikan bahasa Jepang dimulai. Perhatikan tabel konjugasi kata sifat Samui (Dingin) berikut ini. Fokuslah pada huruf tebal yang berubah.
| Waktu / Kondisi | Bahasa Jepang (Sopan/Formal) | Cara Baca | Arti |
| Positif Sekarang | 寒い です | Samui desu | (Sekarang) Dingin |
| Negatif Sekarang | 寒くない です | Samukunai desu | (Sekarang) Tidak dingin |
| Positif Lampau | 寒かった です | Samukatta desu | (Dulu) Dingin |
| Negatif Lampau | 寒くなかった です | Samukunakatta desu | (Dulu) Tidak dingin |
⭐ Pengecualian Penting: Kata Sifat “Bagus / Baik”
Kata いい (Ii) adalah pengecualian. Saat diubah ke bentuk negatif atau lampau, ia akan kembali ke bentuk aslinya yaitu よい (Yoi).
- Positif: Ii desu (Bagus)
- Negatif: Yokunai desu (Tidak bagus)
- Lampau: Yokatta desu (Dulu bagus / Syukurlah)
2. Kata Sifat-Na (Na-Keiyoushi)
A. Apa itu Na-Keiyoushi?
Na-Keiyoushi adalah kata sifat yang perilakunya sangat mirip dengan kata benda. Dinamakan kata sifat “Na” karena ia membutuhkan partikel “Na” (な) sebagai jembatan penghubung saat ingin menempel dengan sebuah kata benda.
Contoh Kosakata Populer:
- 静か / Shizuka (Tenang / Sepi)
- 便利 / Benri (Praktis)
- 親切 / Shinsetsu (Ramah)
- 元気 / Genki (Sehat / Bersemangat)
B. Menerangkan Kata Benda
Berbeda dengan I-Keiyoushi, Anda wajib menambahkan “Na” di antara kata sifat dan kata benda. Jika lupa, kalimat Anda akan terdengar tidak wajar.
- Rumus: [Kata Sifat-Na] + な (na) + [Kata Benda]
- Contoh: 静か な 部屋 (Shizuka na heya) = Kamar yang tenang.
C. Aturan Perubahan Bentuk (Konjugasi)
Kabar baiknya, konjugasi Na-Keiyoushi jauh lebih mudah. Bentuk kata sifatnya tidak berubah sama sekali. Yang berubah hanyalah kata bantu di belakangnya (Desu).
| Waktu / Kondisi | Bahasa Jepang (Sopan/Formal) | Cara Baca | Arti |
| Positif Sekarang | 静か です | Shizuka desu | (Sekarang) Tenang |
| Negatif Sekarang | 静か じゃないです | Shizuka ja nai desu | (Sekarang) Tidak tenang |
| Positif Lampau | 静か でした | Shizuka deshita | (Dulu) Tenang |
| Negatif Lampau | 静か じゃなかったです | Shizuka ja nakatta desu | (Dulu) Tidak tenang |
(Catatan: “ja nai desu” bisa juga diganti dengan bentuk yang lebih formal yakni “dewa arimasen”).
3. Hati-Hati! Daftar Kata Sifat “Pengecoh”
Ini adalah materi jebakan yang paling sering menjatuhkan peserta ujian bahasa Jepang. Ada beberapa kata sifat yang secara pelafalan diakhiri bunyi “i”, tetapi ternyata mereka bukan I-Keiyoushi, melainkan Na-Keiyoushi.
Hafalkan 4 kata sifat pengecoh paling populer ini:
- Kirei (きれい) = Cantik / Bersih
- ✅ Kirei na hana (Bunga yang cantik)
- ❌ Kirei hana (Salah!)
- Yuumei (ゆうめい) = Terkenal
- Kirai (きらい) = Benci
- Tokui (とくい) = Mahir / Jago
💡 Tips Cerdas Membedakan:
Mengapa Kirei (綺麗) masuk ke kata sifat-Na? Jika Anda melihat huruf kanjinya, bunyi “i” tersebut sudah menjadi bagian utuh dari cara baca huruf kanji itu sendiri, bukan sebuah ekor hiragana い yang menggantung (okurigana).
4. Cara Menggabungkan Kata Sifat (Menggunakan Kata “Dan”)
Bagaimana jika Anda ingin memuji sebuah restoran dengan kalimat: “Makanannya murah dan enak”? Anda tidak bisa menggunakan kata to (dan untuk kata benda). Ada aturannya sendiri!
- Untuk I-Keiyoushi: Ganti akhiran “i” menjadi ~kute (〜くて).
- Murah (Yasui) + Enak (Oishii)
- Yasukute oishii desu.
- Untuk Na-Keiyoushi: Tambahkan ~de (〜で) setelah kata sifat pertama.
- Praktis (Benri) + Bersih (Kirei)
- Benri de kirei desu.

Kesimpulan & Cheat Sheet Kata Sifat Bahasa Jepang
Untuk memudahkan Anda mengulas kembali pelajaran hari ini, simpan tabel ringkasan atau cheat sheet berikut ini:
| Kondisi | I-Keiyoushi (Contoh: Takai) | Na-Keiyoushi (Contoh: Benri) |
| Bertemu Noun | Takai kuruma | Benri na kuruma |
| Positif | Takai desu | Benri desu |
| Negatif | Takakunai desu | Benri ja nai desu |
| Lampau | Takakatta desu | Benri deshita |
| Kata “Dan” | Takakute… | Benri de… |
Belajar bahasa Jepang dasar memang membutuhkan banyak latihan, terutama dalam membiasakan lidah merangkai konjugasi. Cara tercepat untuk menguasainya adalah dengan berlatih menulis kalimat setiap hari!
Tantangan untuk Anda:
Coba uji pemahaman Anda hari ini! Silakan terjemahkan kalimat bahasa Indonesia ini ke dalam bahasa Jepang dan tulis jawaban Anda di kolom komentar:
“Kucing yang besar dan tenang.”