Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Jepang, mungkin kamu sudah akrab dengan akhiran ~mashita untuk menyatakan kejadian di masa lampau (misalnya: Tabemashita = sudah makan). Namun, tahukah kamu bagaimana cara orang Jepang menyatakan hal yang sama saat mengobrol santai dengan teman? Jawabannya ada pada Bentuk TA (Ta-form).
Mari kita bahas tuntas apa itu bentuk TA, aturan merubahnya, hingga cara menggunakannya dalam kalimat sehari-hari!
Apa Itu Bentuk TA (Ta-form)?
Bentuk TA adalah perubahan kata kerja bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan aktivitas atau kejadian di masa lampau (sudah terjadi) dalam ragam kasual atau informal. Bentuk ini adalah versi santai dari akhiran ~mashita.
Mengapa Bentuk TA Sangat Penting? Selain wajib dikuasai agar obrolanmu terdengar lebih natural layaknya native speaker, bentuk TA adalah “fondasi” untuk membentuk berbagai pola tata bahasa (bunpou) lanjutan, seperti menyatakan pengalaman, memberi saran, dan membuat kalimat pengandaian.
Rahasia Besarnya: Jika kamu sudah hafal perubahan Bentuk TE (Te-form), maka kamu akan menguasai bentuk TA dalam sekejap! Aturan perubahannya 100% sama persis, kamu hanya perlu mengganti akhiran te/de menjadi ta/da.
Pengelompokan Kata Kerja Bahasa Jepang (Sekilas)
Sebelum masuk ke aturan perubahan, mari kita ingat kembali bahwa kata kerja bahasa Jepang (Doushi) dibagi menjadi 3 kelompok. Pembagian ini penting karena setiap kelompok memiliki cara konjugasi yang berbeda:
- Kelompok 1 (Godan Doushi): Kata kerja dengan akhiran bunyi u, tsu, ru, mu, bu, nu, ku, gu, su.
- Kelompok 2 (Ichidan Doushi): Kata kerja berakhiran ~iru atau ~eru.
- Kelompok 3 (Fukisoku Doushi): Kata kerja tidak beraturan (Irregular).
Aturan Detail Mengubah Kata Kerja ke Bentuk TA
Mari kita pelajari rumus perubahannya dari masing-masing kelompok!
A. Kata Kerja Kelompok 1 (Godan Doushi)
Kelompok ini memiliki aturan yang paling bervariasi karena bergantung pada huruf akhir dari kata kerjanya (bentuk kamus).
- Akhiran う (u), つ (tsu), る (ru) berubah menjadi った (tta).
- 買う (Kau / Membeli) ➡️ 買った (Katta) = Sudah membeli.
- 待つ (Matsu / Menunggu) ➡️ 待った (Matta) = Sudah menunggu.
- 帰る (Kaeru / Pulang) ➡️ 帰った (Kaetta) = Sudah pulang.
- Akhiran む (mu), ぶ (bu), ぬ (nu) berubah menjadi んだ (nda).
- 飲む (Nomu / Minum) ➡️ 飲んだ (Nonda) = Sudah minum.
- 遊ぶ (Asobu / Bermain) ➡️ 遊んだ (Asonda) = Sudah bermain.
- 死ぬ (Shinu / Mati) ➡️ 死んだ (Shinda) = Sudah mati.
- Akhiran く (ku) berubah menjadi いた (ita).
- 書く (Kaku / Menulis) ➡️ 書いた (Kaita) = Sudah menulis.
- 聞く (Kiku / Mendengar) ➡️ 聞いた (Kiita) = Sudah mendengar.
- Akhiran ぐ (gu) berubah menjadi いだ (ida).
- 泳ぐ (Oyogu / Berenang) ➡️ 泳いだ (Oyoida) = Sudah berenang.
- 急ぐ (Isogu / Bergegas) ➡️ 急いだ (Isoida) = Sudah bergegas.
- ⚠️ Pengecualian Khusus: Meskipun berakhiran ku, kata kerja 行く (Iku = Pergi) tidak menjadi Iita, melainkan:
- 行く (Iku / Pergi) ➡️ 行った (Itta) = Sudah pergi.
- Akhiran す (su) berubah menjadi した (shita).
- 話す (Hanasu / Berbicara) ➡️ 話した (Hanashita) = Sudah berbicara.
- 消す (Kesu / Menghapus/Mematikan) ➡️ 消した (Keshita) = Sudah mematikan.
B. Kata Kerja Kelompok 2 (Ichidan Doushi)
Ini adalah kelompok yang paling mudah! Kamu hanya perlu mencoret akhiran る (ru) pada bentuk kamus, lalu menggantinya dengan た (ta).
- 食べる (Taberu / Makan) ➡️ 食べた (Tabeta) = Sudah makan.
- 見る (Miru / Melihat) ➡️ 見た (Mita) = Sudah melihat.
- 起きる (Okiru / Bangun) ➡️ 起きた (Okita) = Sudah bangun.
C. Kata Kerja Kelompok 3 (Fukisoku Doushi / Irregular)
Kelompok ini tidak memiliki rumus tetap, namun karena hanya ada dua kata kerja dasar, kamu cukup menghafalnya saja:
- する (Suru / Melakukan) ➡️ した (Shita) = Sudah melakukan.
- Contoh turunan: 勉強する (Benkyou suru / Belajar) ➡️ 勉強した (Benkyou shita) = Sudah belajar.
- くる (Kuru / Datang) ➡️ きた (Kita) = Sudah datang.
Pola Kalimat yang Membutuhkan Bentuk TA
Bentuk TA tidak hanya dipakai untuk menceritakan masa lalu, lho! Bentuk ini wajib digunakan saat kamu ingin merangkai pola tata bahasa berikut:
1. Menyatakan Pengalaman: ~た ことがある (~ta koto ga aru) Digunakan untuk mengatakan “Pernah melakukan sesuatu”.
- 日本に行ったことがあります。 (Nihon ni itta koto ga arimasu.) Saya pernah pergi ke Jepang.
2. Memberikan Saran: ~た ほうがいい (~ta hou ga ii) Digunakan untuk memberi nasihat atau saran “Sebaiknya…”.
- 早く薬を飲んだほうがいいですよ。 (Hayaku kusuri o nonda hou ga ii desu yo.) Sebaiknya (kamu) cepat minum obat.
3. Menyebutkan Beberapa Aktivitas: ~たり、~たり する (~tari, ~tari suru) Digunakan untuk menyebutkan beberapa aktivitas acak (melakukan A, melakukan B, dan seterusnya).
- 週末は映画を見たり、本を読んだりします。 (Shuumatsu wa eiga o mitari, hon o yondari shimasu.) Akhir pekan saya (melakukan hal seperti) menonton film, membaca buku, dsb.
4. Kalimat Pengandaian: ~たら (~tara) Berarti “Jika/Kalau (sudah)”.
- 雨が降ったら、行きません。 (Ame ga futtara, ikimasen.) Kalau hujan turun, saya tidak akan pergi.
Tips Ampuh Menghafal Bentuk TA
Menghafal perubahan ini mungkin terasa memusingkan di awal, tapi tenang, coba gunakan dua trik ini:
- Gunakan Lagu Bentuk TE: Carilah lagu “Te-form song” di YouTube (biasanya menggunakan nada lagu anak-anak). Nyanyikan lagu tersebut, lalu ubah lirik “te/de” di kepalamu menjadi “ta/da”.
- Perbanyak Nonton Anime Genre Slice of Life: Karakter di anime sering menggunakan bahasa kasual saat bicara dengan teman atau bicara sendiri di dalam hati. Perhatikan baik-baik saat mereka mengucapkan kata berakhiran ~ta atau ~nda untuk melatih telingamu.
Kesimpulan
Mengubah kata kerja ke bentuk TA sangatlah penting untuk kelancaran bahasa Jepangmu. Mari kita ingat kembali kuncinya:
- U, Tsu, Ru ➡️ Tta
- Mu, Bu, Nu ➡️ Nda
- Ku ➡️ Ita (kecuali Iku ➡️ Itta)
- Gu ➡️ Ida
- Su ➡️ Shita
- Kelompok 2: Ru ➡️ Ta
- Suru ➡️ Shita | Kuru ➡️ Kita
Perbanyaklah latihan mengubah kata kerja dasar dari kamus ke bentuk TA dan gunakan dalam kalimat buatanmu sendiri. Nihongo no benkyou, ganbatte kudasai! (Semangat belajar bahasa Jepangnya!).