1. Write It! Japanese: Pilihan Tepat untuk Pemula Total
Jika Anda baru pertama kali melihat huruf Jepang dan ingin menguasai Hiragana serta Katakana dalam hitungan hari, Write It! Japanese adalah jawabannya.
Aplikasi ini sangat fokus pada satu hal: melatih jari Anda mengingat bentuk huruf dasar. Tampilan antarmukanya sangat bersih (clean UI) tanpa menu yang membingungkan. Sistemnya menggunakan flashcards di mana Anda diajarkan cara menulis, lalu langsung dites untuk menulis di layar kosong tanpa garis bantu.
- Kelebihan: Sangat ringan, alur belajarnya cepat, dan memberikan rasa pencapaian yang instan.
- Kekurangan: Tidak memiliki modul pembelajaran Kanji yang mendalam.
2. Japanese Kanji Study (oleh Chase Colburn): “Buku Suci” Belajar Kanji
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan ujian kemampuan bahasa Jepang (JLPT) dari level N5 hingga N1, Japanese Kanji Study adalah aplikasi yang wajib diinstal.
Aplikasi ini tidak main-main dalam urusan stroke order. Jika Anda mencoret dari arah yang salah, aplikasi akan menolaknya. Selain itu, setiap Kanji dilengkapi dengan contoh kosakata, cara baca Onyomi dan Kunyomi, serta kalimat radikal penyusunnya.
- Kelebihan: Database Kanji paling komprehensif, fitur kustomisasi tes yang sangat lengkap.
- Kekurangan: Versi gratis hanya mencakup Hiragana, Katakana, dan Kanji level N5 (Dasar). Anda perlu membeli versi Full untuk membuka Kanji level tinggi.
3. Obento – Learn Japanese Kana: Belajar Menulis Sambil Bermain
Mencari aplikasi yang visualnya menarik dan tidak membosankan? Obento menggunakan pendekatan desain yang sangat estetik dan ramah pengguna.
Aplikasi ini cocok untuk pembelajar visual karena menggunakan metode gamifikasi. Setiap kali Anda berhasil menulis huruf dengan benar, Anda akan mendapatkan poin dan melacak progres harian Anda. Kuis interaktifnya membuat proses belajar terasa seperti bermain game kasual.
- Kelebihan: Sangat menyenangkan dimainkan, cocok untuk membangun kebiasaan belajar harian.
- Kekurangan: Terlalu mendasar bagi yang sudah menguasai Hiragana/Katakana dan ingin fokus penuh pada Kanji.
4. Skritter Japanese: Investasi untuk Memori Jangka Panjang
Skritter adalah aplikasi premium yang sangat terkenal di kalangan pembelajar bahasa Asia Timur. Fokus utamanya adalah membangun muscle memory (memori otot) dalam menulis.
Skritter menggunakan algoritma Spaced Repetition System (SRS). Artinya, jika Anda kesulitan menulis suatu karakter Kanji, aplikasi ini akan lebih sering memunculkannya di sesi latihan berikutnya. Begitu Anda mulai lancar, karakter tersebut akan lebih jarang muncul.
- Kelebihan: Metode paling teruji secara ilmiah untuk menghafal ribuan karakter secara permanen.
- Kekurangan: Berbasis sistem langganan bulanan yang harganya cukup lumayan dibanding aplikasi sekali beli.
5. Kanji Teacher: Ujian Ketat untuk Ketelitian
Setelah Anda merasa cukup percaya diri, saatnya menguji kemampuan dengan Kanji Teacher. Aplikasi ini bertindak seperti guru yang ketat.
Kanji Teacher tidak hanya menilai apakah bentuknya mirip, tetapi juga mengevaluasi akurasi proporsi dan persentase kemiripan tulisan Anda dengan font standar Jepang. Anda akan dipaksa untuk menulis Kanji murni dari ingatan tanpa bantuan visual apa pun.
- Kelebihan: Alat evaluasi yang sangat bagus untuk mengetahui sejauh mana materi benar-benar menempel di otak.
- Kekurangan: Tampilan antarmuka (User Interface) sedikit terlihat kaku atau “jadul” dibandingkan kompetitornya.
Tips Ekstra Cepat Mahir Menulis Huruf Jepang
Meskipun Anda sudah menggunakan aplikasi terbaik di atas, ada beberapa tips tambahan agar progres belajar Anda semakin melesat:
- Gunakan Stylus Pen: Menulis di layar sentuh dengan jari telunjuk tentu berbeda rasanya dengan memegang pulpen. Gunakan stylus pen (bahkan yang murah sekalipun) untuk melatih grip (genggaman) dan tekanan tangan Anda.
- Pahami Aturan Dasar Stroke Order: Daripada menghafal coretan tiap huruf secara buta, pahami aturan umumnya. Misalnya: dalam bahasa Jepang, coretan selalu bergerak dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
- Kaitkan dengan Kosakata: Jangan sekadar menulis huruf “A” atau “Ka”. Cobalah menulis kata utuh seperti “Aka” (Merah) atau “Aoi” (Biru). Konteks membuat otak lebih mudah mengingat.
- Konsistensi > Intensitas: Lebih baik Anda berlatih di aplikasi selama 10 menit setiap hari saat sedang santai, daripada belajar mati-matian 3 jam tapi hanya dilakukan seminggu sekali.
Kesimpulan
Menguasai huruf Jepang memang butuh waktu dan kesabaran, namun kombinasi antara teknologi dan konsistensi akan membuat prosesnya jauh lebih mudah.
Jika Anda pemula, mulailah dengan Write It! Japanese. Namun, jika Anda sudah siap menaklukkan ribuan Kanji, segeralah beralih ke Japanese Kanji Study atau Skritter. Unduh aplikasinya sekarang, sisihkan waktu beberapa menit sehari, dan lihat betapa cepatnya tulisan tangan Jepang Anda berkembang!