Panduan 2 Cara Menghitung dalam Bahasa Jepang: Sino-Japanese vs Native Japanese

Bagi kamu yang baru mulai belajar bahasa Jepang pemula, berhitung dari satu sampai sepuluh mungkin terasa mudah. Kita sering mendengarnya di film, anime, atau saat berlatih bela diri: “Ichi, ni, san, shi!”

Namun, pernahkah kamu mendengar orang Jepang memesan makanan dan berkata, “Kore o hitotsu kudasai” (Tolong berikan yang ini satu)? Mengapa mereka tidak menggunakan kata “ichi”?

Di sinilah letak salah satu keunikan sekaligus tantangan dalam tata bahasa Jepang. Bahasa Jepang memiliki dua sistem angka yang berbeda: Sino-Japanese (diadaptasi dari Tiongkok) dan Native Japanese (asli Jepang).

Jika kamu ingin terdengar natural dan tidak membuat pelayan restoran bingung, kamu wajib tahu perbedaan cara menggunakannya. Yuk, kita bedah tuntas panduannya di bawah ini!

1. Sistem Angka Sino-Japanese (Ichi, Ni, San)

Sistem angka ini adalah yang paling populer dan paling awal diajarkan di kelas bahasa Jepang. Angka ini dibaca menggunakan Onyomi (cara baca yang diadaptasi dari bahasa Tiongkok kuno).

Daftar Angka Dasar Sino-Japanese (1-10)

  • 1 = Ichi
  • 2 = Ni
  • 3 = San
  • 4 = Shi / Yon*
  • 5 = Go
  • 6 = Roku
  • 7 = Shichi / Nana*
  • 8 = Hachi
  • 9 = Ku / Kyuu*
  • 10 = Juu

(Catatan khusus: Angka 4, 7, dan 9 memiliki dua cara baca untuk menghindari takhayul atau sekadar agar lebih mudah diucapkan dalam kombinasi tertentu. Angka 4 (“shi”) dan 9 (“ku”) sering dihindari karena bunyinya mirip dengan kata “kematian” dan “penderitaan” dalam bahasa Jepang).

Kapan Harus Menggunakan Sino-Japanese?

Sistem ini digunakan untuk hal-hal yang sifatnya angka murni atau matematis. Kamu wajib menggunakan sistem ichi, ni, san saat:

  1. Menyebutkan nomor telepon.
  2. Menyebutkan tahun, bulan, dan tanggal.
  3. Berhitung matematika (tambah, kurang, kali, bagi).
  4. Digabungkan dengan Kata Bantu Bilangan (Counters / Josuushi).

Dalam bahasa Jepang, menghitung benda punya “satuannya” sendiri (seperti “seekor”, “selembar”, “sebuah” dalam bahasa Indonesia). Sistem Sino-Japanese menempel pada satuan ini.

  • Orang (~nin): San-nin (Tiga orang)
  • Benda tipis/lembaran (~mai): Ni-mai (Dua lembar kertas/tiket)
  • Benda panjang/silinder (~hon): Ippon, Ni-hon (Satu botol, Dua pensil)
  • Uang (~en): Hyaku-en (Seratus Yen)

2. Sistem Angka Native Japanese (Hitotsu, Futatsu)

Berbeda dengan sistem sebelumnya, ini adalah sistem angka tradisional asli Jepang (wago). Sistem ini menggunakan cara baca Kunyomi.

Keunikannya, sistem ini hanya berlaku dari angka 1 hingga 10 saja. Untuk angka 11 dan seterusnya, kamu harus kembali menggunakan sistem Sino-Japanese.

Daftar Angka Native Japanese (1-10)

  • 1 = Hitotsu
  • 2 = Futatsu
  • 3 = Mittsu
  • 4 = Yottsu
  • 5 = Itsutsu
  • 6 = Muttsu
  • 7 = Nanatsu
  • 8 = Yattsu
  • 9 = Kokonotsu
  • 10 = Too (tanpa akhiran tsu)

Kapan Harus Menggunakan Native Japanese?

Sistem ini adalah “penyelamat” bagi para pemula dan turis. Kamu menggunakannya saat:

  1. Menghitung benda umum: Digunakan saat menghitung benda abstrak atau benda fisik yang kamu tidak tahu apa kata bantu bilangan (counter)-nya. Contoh: menghitung gagasan, bayangan, atau barang-barang acak.
  2. Memesan makanan atau barang: Ini adalah cara paling natural saat berbelanja.
    • “Kohi, hitotsu.” (Kopi satu).
    • “Ramen, futatsu.” (Ramen dua porsi).
  3. Menghitung umur tradisional: Terkadang masih digunakan untuk menyebutkan umur anak-anak balita (1-10 tahun).

3. Perbandingan & “Aturan Emas” Membedakannya

Agar lebih mudah dihafal, mari kita lihat perbandingannya secara berdampingan:

AngkaSino-Japanese (Onyomi)Native Japanese (Kunyomi)
1IchiHitotsu
2NiFutatsu
3SanMittsu
4Shi / YonYottsu
5GoItsutsu
6RokuMuttsu
7Shichi / NanaNanatsu
8HachiYattsu
9Ku / KyuuKokonotsu
10JuuToo

⚠️ Kesalahan Umum Pemula yang Wajib Dihindari

Kesalahan paling fatal saat liburan ke Jepang adalah menggunakan angka murni (ichi, ni, san) tanpa satuan untuk memesan barang.

❌ Salah: “Ramen, ni, kudasai.” (Terdengar sangat kaku dan tidak wajar bagi orang Jepang, seolah-olah kamu berkata “Ramen, nomor dua”).

✅ Benar: “Ramen, futatsu, kudasai.” (Berarti: Tolong berikan dua porsi ramen).

💡 Aturan Emas (Hack Berhitung!)

Jika kamu sedang berada di Jepang, ingin membeli sebuah barang (maksimal berjumlah 10), dan kamu lupa atau tidak tahu harus pakai counter apa (apakah pakai ~ko, ~hon, ~mai?), gunakanlah hitotsu, futatsu, mittsu! Orang Jepang akan langsung paham maksudmu dengan sempurna.

4. Tips Tambahan Cara Menghafal

  1. Perhatikan Pola Bunyi: Kamu pasti menyadari bahwa dari angka 1 hingga 9 di sistem Native Japanese selalu diakhiri dengan bunyi ~tsu. Hanya angka 10 (too) yang tidak. Ini bisa menjadi pengingat yang bagus!
  2. Perhatikan Konsonan Ganda: Terdapat huruf konsonan ganda pada mittsu, yottsu, muttsu, dan yattsu. Saat mengucapkannya, berikan sedikit jeda sebelum membunyikan huruf “T”.
  3. Latihan Sehari-hari: Coba lihat benda di atas meja kerjamu sekarang. Ada berapa pulpen? Kalau ada tiga, sebutkan “mittsu”. Ada berapa buku? Kalau ada satu, sebutkan “hitotsu”.

Kesimpulan

Mempelajari sistem angka dalam bahasa Jepang memang membutuhkan sedikit pembiasaan. Secara garis besar:

  • Gunakan Ichi, Ni, San untuk matematika, nomor seri, dan angka besar.
  • Gunakan Hitotsu, Futatsu, Mittsu untuk menghitung benda umum, memesan makanan, atau ketika kamu lupa counter spesifik dari suatu benda.

Menguasai dua sistem dasar ini adalah fondasi yang sangat solid untuk mahir berbahasa Jepang. Tetap semangat berlatih!

Tinggalkan komentar

Total
0
Enable Notifications OK No thanks